Sang Pangeran dalam mimpi
Hallo penyemangat hati dan jiwaku, engkau bagaikan cahaya dalam kehidupan ku yang kelam ini. Engkau adalah sosok yang selalu aku banggakan, selalu aku dambakan sepanjang hari. Engkau bak rembulan yang menemani malam ku yang suram. Bagaikan udara yang tak akan pernah hilang.
Tiada kata yang bisa ku ucapkan, hanya namamu lah yang ku sebut. Hanya dirimu yang aku pikirkan selama ini. Berawal dari perkenalan di dunia maya, ya dunia maya. Saat itu kau mencari informasi tentang sekolahku. Kau ucap kalau kau akan menjadi Guru Pembimbing ku, Guru PPL. Saat itu aku hanya menganggap hal itu sepele. Semua yang kau ucap, tak ku gubris selama ini. Tetapi selama kau menjadi guru PPL di sekolahku, aku merasakan rasa itu muncul. Rasa suka padamu. Memimpikan kita kan bersatu.
Hari demi hari kita lewati di sekolah, jejaring sosial dan pesan singkat. Meski bukan hanya dirimu yang aku sukai, ada dua teman PPL mu yang lain. Namun rasa ini jauh lebih besar untuk mu. Hati ini untukmu. Rasa senang kembali membara ketika kita jalan bareng dengan guru PPL yang lain dan temanku. Walau banyak orang, aku sangat senang sekali bisa jalan dengan mu.
Namun tiba - tiba keadaan berputar 180 derajad. Bayangan itu, rasa itu semua nya HILANG, setelah mengetahui dirimu hanya menganggapku seorang adik dan siswi mu saja. Kau telah mengetahui semuanya. Bahwa aku, siswi mu menyukaimu, menyayangimu. Dan terlalu sakit hati ini menerima bahwa kau telah mempunyai calon isteri. Oh bodohnya diriku. Aku hanyalah anak ingusan yang berbeda umur 6 tahun lebih muda dari dia. Tidak sepantasnya aku memimpikan hal - hal yang mustahil itu. Aku tidak layak untuk mendapatkan orang spacial seperti dia yang rajin beribadah, baik, suka menolong, ramah, sopan, rajin dan pintar. Aku hanya sebongkah batu yang akan pecah jika terkena terpaan ombak laut dan tiupan angin topan.
Oh God! Salahkah diriku yang menyukainya? Salahkah diriku menganggapnya orang yang spacial di hidupku sekarang setelah Mu dan Orang tua ku? Apa yang akan ku lakukan jika diriku bertemu dengan nya esok hari Tuhan! Betapa HINA nya diriku ini! Mungkin suatu saat akan ku temukan seseorang yang seperti dia, yang menerima kekurangan dan kelebihanku.Mungkin.
Tiada kata yang bisa ku ucapkan, hanya namamu lah yang ku sebut. Hanya dirimu yang aku pikirkan selama ini. Berawal dari perkenalan di dunia maya, ya dunia maya. Saat itu kau mencari informasi tentang sekolahku. Kau ucap kalau kau akan menjadi Guru Pembimbing ku, Guru PPL. Saat itu aku hanya menganggap hal itu sepele. Semua yang kau ucap, tak ku gubris selama ini. Tetapi selama kau menjadi guru PPL di sekolahku, aku merasakan rasa itu muncul. Rasa suka padamu. Memimpikan kita kan bersatu.
Hari demi hari kita lewati di sekolah, jejaring sosial dan pesan singkat. Meski bukan hanya dirimu yang aku sukai, ada dua teman PPL mu yang lain. Namun rasa ini jauh lebih besar untuk mu. Hati ini untukmu. Rasa senang kembali membara ketika kita jalan bareng dengan guru PPL yang lain dan temanku. Walau banyak orang, aku sangat senang sekali bisa jalan dengan mu.
Namun tiba - tiba keadaan berputar 180 derajad. Bayangan itu, rasa itu semua nya HILANG, setelah mengetahui dirimu hanya menganggapku seorang adik dan siswi mu saja. Kau telah mengetahui semuanya. Bahwa aku, siswi mu menyukaimu, menyayangimu. Dan terlalu sakit hati ini menerima bahwa kau telah mempunyai calon isteri. Oh bodohnya diriku. Aku hanyalah anak ingusan yang berbeda umur 6 tahun lebih muda dari dia. Tidak sepantasnya aku memimpikan hal - hal yang mustahil itu. Aku tidak layak untuk mendapatkan orang spacial seperti dia yang rajin beribadah, baik, suka menolong, ramah, sopan, rajin dan pintar. Aku hanya sebongkah batu yang akan pecah jika terkena terpaan ombak laut dan tiupan angin topan.
Oh God! Salahkah diriku yang menyukainya? Salahkah diriku menganggapnya orang yang spacial di hidupku sekarang setelah Mu dan Orang tua ku? Apa yang akan ku lakukan jika diriku bertemu dengan nya esok hari Tuhan! Betapa HINA nya diriku ini! Mungkin suatu saat akan ku temukan seseorang yang seperti dia, yang menerima kekurangan dan kelebihanku.Mungkin.
Dari seseorang yang mengagumi mu,
menyayangimu dan mencintaimu
Adik sekaligus siswimu.
Comments